Minggu, 11 Desember 2011

Meredam Amarah & Stres dengan Berdoa

     Orang bisa marah atas sebab apa saja seperti mendapat kritikan, ada komentar yang tidak baik atau masalah dalam kehidupan sosial. Jika mengalaminya cobalah berdoa, karna studi menemukan doa bisa mengurangi amarah.
     Studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat dan Belanda menunjukan Bahwa berdoa dapat membantu meredakan kemarahan, menurunkan sifat agresif dan mengurangi dampak dari provokasi. Brad Bushman, seorang profesor komunikasi komunikasi dan psikologi dari Ohio state University dan juga penulis penelitian mengungkapkan bahwa orang sering beralih kepada ketika ia merasakan emosi negatif, termasuk marah. "Kami menemukan bahwa doa bisa membantu seorang mengatasi kemarahannya, kemungkinan dengan membantunya mengubah cara pandang dalam melihat suatu peristiwa yang membuatnya emosional," ujar Bushman.
     Dalam peneliian yang hasilnya di publikasikan secara online di Personality and Social Psyhcology Bulletin menemukan bahwa berdoa dapat membantu seseorang mengontrol kemarahannya, terlepas dari apapun agama dan tingkat keimanannya. "Dampak yang kami temukan dalam percobaan ini cukup besar, hasilnya menunjukan doa benar-benar bisa menjadi cara yang efektif untuk menenangkan kemarahan dan agresi," ujar Bushman. Ketika seseorang menghadapi kemarahannya mungkin bisa mempertimbangkan nasihat lama untuk berdoa dibandingkan memikirkan musuhnya. Hali ini akan membantu seseorang mengatasi emosi negatifnya. Saat berdoa biasanya orang akan lebih tenang dan bernapas dengan teratur, kondisi ini bisa membuat seseorang menjadi lebih rileks sehingga bisa mengendalikan amarahnya. Ketka kemarahan muncul, maka otot-otot menjadi tegang dan otak melepaskan zat kimia yang dapat meledakan energi. Kondisi ini memicu jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan tekanan darah, nafas menjadi cepat,aliran darah menigkat ke lengan, kaki dan wajah yang membuatnya menjadi memerah.
     Pada beberapa orang tertentu kemarahan yang muncul seringkali diikuti dengan rasa sakit kepala baik tension headache (sakit kepala seperti ada yang mengikat kepala dengan ketat) atau migrain (hanya terjadi di sebagian kepala saja) yang disebabkan oleh perubahan fsikologis yang terjadi di dalam tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar